Showing posts with label Ka'bah. Show all posts
Showing posts with label Ka'bah. Show all posts

Friday, May 27, 2011

KA'BAH, ARAH SHALAT, DAN MASJID QIBLATAIN

Ka'bah merupakan kiblat sholat umat Islam. Ka'bah yang berbentuk kubus ini merupakan bangunan utama di atas bumi yang digunakan utk menyembah Allah SWT. Ka'bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul 'Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok segi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Mekah. Baitullah ini dibangun di atas dasar fondasi yang kokoh.



Dinding-dinding sisi Ka'bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. terkecuali satu dinding yang diberi nama "Rukun Hajar Aswad".

Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah :

- Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak)
- Sebelah Barat Rukum Syam (Suriah)
- Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman)
- Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Keempat sisi Ka'bah ditutup dengan selubung yang dinamakan Kiswah. Sejak zaman nabi Ismail, Ka'bah sudah diberi penutup berupa Kiswah ini. Saat ini Kiswah tersebut terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas.

Dalam satu tahun Ka'bah ini dicuci dua kali, yaitu pada awal bulan Dzul Hijjah dan awal bulan Sya'ban. Kiswah diganti sekali dalam setahun.

Mungkin selama ini kita selalu bertanya setiap kali kita melakukan ibadah sekaligus rukun Islam nomor dua yaitu shalat kita selalu menghadap kiblat, atau dalam hal ini Ka'bah. Nah mengapakah sebenarnya harus menghadap Ka'bah?

Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Konon di zaman Nabi Nuh as, ka’bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka’bah dan bangunannya pernah berdiri. Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka’bah di atas bekas pondasinya dahulu. Dan dijadikan Ka’bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia ini.

Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS. ). Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27).

Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka’bah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka’bah. Dengan mengahadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap Ka’bah.

Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka’bah. Kejadian ini terjadi sebagai sejarah dari sebuah masjid yg kini bernama Masjid Qiblatain karena di dalamnya terdapat dua arah kiblat, satu ke Baitul Maqdis (kini tidak dipakai) dan lainnya ke arah Masjidil Haram.

Masjid Qiblatain


Hingga turunlah ayat berikut :

Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144).

Jadi di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.

Thursday, May 26, 2011

Burung ababil, batu Sijjil dan Pasukan gajah

Aku adalah burung Ababil, hamba Allah yang patuh. Aku tidak memiliki keinginan apa pun selain mengabdi kepadaNYA. Aku bagian pasukan khusus yang hanya diperintah oleh Tuanku, dan kami adalah mahluk yang tenaganya lebih kuat daripada manusia. Jadi untuk membinasakan manusia, bukan masalah bagi kami.

Beberapa kali kami menerima tugas dari Tuan kami. Salah satunya ketika kami menerima perintah Allah untuk menghancurkan kaum Luth yang membangkang. Allah SWT berfirman, " Maka tatkala datang adzab kami, kami jadikan negeri Luth itu bagian yang di atas ke bawah (kami balikkan) dan kami hujani mereka dengan sijjil (batu dari tanah yang terbakar) dengan bertubi-tubi, yang di beri tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zhalim". QS Hud : Ayat 82-83.

Dalam ayat di atas, Allah tidak menyebut nama kami, burung Ababil, tetapi hanya disebutkan sijjil. Batu-batu dari neraka itulah senjata khusus kami dalam menjalankan tugas Tuhan dalam membinasakan manusia yang membangkang perintahNYA.


Ilustrasi Gambar ( Burung Pterodactyl ).

Namun kami baru disebutkan dengan jelas ketika kami ditugasi lagi untuk menghancurkan tentara bergajah di masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman," Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong (Thairan Ababil), yang melempari mereka dengan batu dari neraka sijjil. Lalu, Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang di makan (ukat)". QS Al-Fil : Ayat 1-5.

Perintah itu datang kepada kami pada waktu subuh. Pemimpin kami yang bertengger di dalam cabang pohon neraka bertanya, " Siapa yang memberikan perintah itu?".

Aku menjawab bahwa perintah ini datang dari Allah SWT.

Dalam sekejap saja, kami langsung membuat formasi terbang tinggi menembus langit dunia. Sasaran kami adalah pasukan bergajah yang di pimpin Raja Abrahah dari negeri Yaman. Mereka menyerbu Makkah dengan titik sasaran Ka'bah, Rumah Allah.

Oh, betapa nekatnya manusia satu ini dalam menentang junjungan kami. Apakah dia tidak merasakan hal yang sama bila istananya akan dihancurkan oleh orang lain, semut pun akan melawan bila di injak. Sekarang, pencipta alam dan seisinya ini dilecehkan oleh manusia yang dulu mendapat kasih sayangNYA sejak dari kandungan ibunya hingga dewasa. Sungguh orang yang tidak tahu bersyukur, alias kufur.

Orang seperti itu patut mendapat hukuman. Apakah dengan membangun rumah ibadah tandingan, dan kemudian menghancurkan Ka'bah, umat manusia akan sudi untuk percaya kepadanya?.

Reputasi Gemilang.

Abrahah membawa sejumlah tentara yang komplit. Selain pasukan berjalan kaki, berkuda atau berunta, ada juga pasukan bergajah. Tugas pasukan semacam ini memang khusus untuk membumihanguskan pihak lawan. Sungguh itu merupakan pasukan yang ganas dan mematikan, sehingga penduduk Makkah sendiri memilih untuk menyingkir dari kota daripada menghadapi kehancuran yang dahsyat.

Abrahah boleh bertepuk dada dengan jumlah dan jenis pasukannya. Namun Allah telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia. Ya, pasukan seperti itu hanya bisa di lawan dengan efektif oleh pasukan angkatan udara, sebagaimana tugas kami. Kami telah menyiapkan diri dengan batu sijjil dari neraka, yang akan membuat tubuh para anggota pasukan itu bagai daun yang di makan ulat.

Ketika kami sudah tepat di atas mereka, dengan mudah kami jatuhkan batu-batu sijjil itu di atas pasukan Abrahah. Dan dalam hitungan menit saja, pasukan yang di kenal sangat kuat itu menjadi kacau balau. Moral tempur mereka langsung drop, dan yang masih hidup memilih untuk melarikan diri dari medan peperangan, pulang ke Yaman.

Sungguh mudah bagi Allah untuk menghancurkan orang-orang yang durhaka. Abrahah dan pasukan bergajahnya tidak ingat reputasi kami yang gemilang ketika menghancurkan umat Nabi Luth yang kufur itu. Betul-betul manusia gampang lupa dengan pengalaman sejarah masa lalunya! sedang sejarah di tulis untuk menjadi cermin manusia di kemudian hari.

Kami adalah pasukan khusus yang terlatih, batu-batu sijjil yang kami lemparkan tepat mengenai sasaran. Karena itulah, tidak ada sedikit pun kerusakan alam sekitarnya. Kota Makkah utuh seperti apa adanya. Begitu pula Ka'bah tetap berdiri dengan anggun, tidak lecet sedikit pun.

Sudah selesai tugas kami untuk menyelamatkan Ka'bah dan menghancurkan pasukan bergajah. Apakah kami masih akan menerima tugas di zaman modern sekarang? Wallahu a'lam.