Showing posts with label mario teguh. Show all posts
Showing posts with label mario teguh. Show all posts

Thursday, May 26, 2011

MELATIH HATI INI UNTUK MENDAHULUKAN DUGAAN BAIK

Saat orang melakukan sesuatu yang kita rasakan tidak nyaman, kita cepat marah dan mengeluarkan komentar yang merendahkan kehormatan orang lain, tanpa kita mengerti mengapa dia melakukan yang dilakukannya.

Seperti, saat ada mobil menyalip kita dengan mendadak dari kiri, kita marah dan mengucap ini dan itu, padahal mungkin orang itu sedang mengantar istrinya yang harus segera melahirkan di rumah sakit.

Atau, mungkin saja bapak yang baik itu sedang tergesa mengantar anak kecintaannya ke rumah sakit, karena sang anak jatuh terleset di tempat main, yang mengakibatkan kulit kepalanya tersayat.

Entah mengapa, kita menjadi pembenci dan penghujat atas perilaku orang lain yang tidak kita sukai, tanpa menyisihkan sedikit ruang bagi dugaan baik di hati kita.

Untuk kebaikan kita sendiri, marilah kita melatih hati ini untuk mendahulukan dugaan baik, dan menahan hati dan mulut kita dari mengatakan hal-hal yang sesungguhnya hanya merendahkan diri kita sendiri.

BAGI ENGKAU YANGMERINDUKAN BELAHAN JIWAMU

Engkau yang sedang merindukan
belahan jiwamu;

Janganlah pasrah
untuk menerima apa adanya,

atau menuntut yang terbaik
untuk apa pun dirimu yang
tak berencana memperindah diri.

Dan janganlah lagi menunggu
engkau sepenuhnya siap,
karena engkau tak akan pernah siap

Berdoalah, semoga Tuhan merestui
pilihanmu untuk jiwa baik
yang sesuai bagimu sekarang,
yang akan tumbuh bersamamu
dalam keluarga yang berbahagia.

Aamiin

PERNIKAHAN ANTARA ISTRI YANG BUTA DAN SUAMI YANG TULI

Michel de Montaigne, penulis Perancis yang sangat berpengaruh pada abad 16, pernah mengatakan bahwa :

Pernikahan yang baik adalah pernikahan antara istri yang buta dan suami yang tuli.

Observasi kritis ini masih berdenting sesuai dengan dinamika pernikahan hari ini, 5 abad kemudian, bahwa...

Istri yang baik, memang melihat kekurangan dan kelemahan suaminya, tapi tidak mengurangi kasih sayang dan penghormatan atas upaya dan kemungkinan baik yang akan dibangun oleh suaminya.

Suami yang baik, memang bisa mendengar keluh kesah dan kritik istrinya, tapi mengabaikan kecenderungan untuk bereaksi yang tidak mendamaikan terhadapnya, dan berfokus pada kebaikan yang diharapkan oleh kekasih hatinya itu.

Jika sepasang kekasih saling mempercayai, bahwa tak ada yang diinginkan oleh satu sama lain kecuali bagi kebaikan satu sama lain dan bagi kebahagiaan keluarga yang mereka bangun, maka kebersamaan mereka akan memuliakan harapan Tuhan untuk hidup sepenuhnya dan bernilai bagi kebaikan sesama dan alam.

Pernikahan adalah lembaga dasar terkuat yang dirancang oleh Tuhan untuk melestarikan keindahan alam yang diciptakan-Nya.

JENIS PERSAHABATAN YANG DIHARAPKAN OLEH PRIA DARI WANITA

Banyak wanita kurang mengerti mengenai jenis persahabatan yang diharapkan oleh pria darinya.

Pria memang tertarik kepada wanita yang ceria, dinamis, lincah, yang sibuk merayakan keindahan dunia, dan yang menarik tangannya untuk berlari menjelajahi padang rumput dalam tarian gembira di bawah benderang mentari.

Sekali, atau dua kali … pria akan menurut dan menggembirakan hati wanita ceria seperti itu, tapi kerinduan hatinya yang asli, adalah dimanjakan dalam kelembutan perlakuan sang wanita yang mengaguminya di atas semua kelemahannya.

Seorang pria akan menyerahkan dunia yang dikuasainya, kepada wanita yang mengetahui semua kekurangan dan kelemahannya, tapi tidak membuat penilaian apa pun; dan melihat sedikit kelebihan dan kekuatannya dengan kekaguman yang merajakan sang pria.

Wanita yang memiliki keseluruhan jiwa dan kehidupan sang pria, bukanlah wanita yang menjadikannya bermata cemerlang untuk mengalahkan dunia, tetapi wanita yang dalam kebersamaan dengannya – membuat matanya terpejam merajut impian, nafasnya membuai damai, dan terkulai pulas dalam tidur yang dalam.

Wanita, adalah penenteram kehidupan pria.